“Saya ingin anak saya lebih pintar” adalah komentar yang terus-menerus diulang-ulang oleh para orang tua, meskipun terasa mengganggu. Tidak ada pabrik yang memproduksi anak-anak yang lebih pintar.
Berhentilah membandingkan anak Anda dengan anak-anak lain jika anak Anda belum berpartisipasi dalam acara apa pun terlebih dahulu.
Untuk membesarkan anak yang cerdas, dibutuhkan banyak usaha dan kesabaran. Masa kanak-kanak merupakan tahap perkembangan penting bagi anak Anda menurut para ahli perkembangan anak. Ini adalah fase di mana otak berkembang dengan pesat.
1. Berbicaralah dengan mereka sejak hari pertama :
Seperti yang disarankan oleh kutipan tersebut, “Mulailah sejak bayi” – menurut para ahli perkembangan anak, berikan anak Anda permulaan yang baik sejak dini. Ajak bicara bayi Anda bahkan ketika mereka masih kecil.
Di sinilah Anda mulai mengaktifkan kemampuan berpikir anak. Ajukan pertanyaan terbuka kepada anak Anda yang akan membantunya mengembangkan kepercayaan diri dan pendapatnya.
2. Mulai belajar lebih awal :
Membaca dapat memberikan manfaat luar biasa bagi anak Anda yang mungkin tidak Anda sadari. Penelitian menunjukkan bahwa membacakan buku untuk anak-anak Anda dan mengajarkan matematika sejak dini dapat membuat anak Anda pintar dalam matematika.
Jika anak Anda gemar membaca buku, doronglah dia; ini adalah salah satu tanda anak balita yang cerdas yang harus dikenali orang tua. Perhatikan jenis buku apa yang menarik minatnya, apa yang membuatnya penasaran saat mengajukan pertanyaan, dan sebagainya.
Dorong anak Anda untuk membaca atau Anda bisa duduk membaca bersama mereka, ini akan membuat anak Anda pintar dan cerdas.
Anda bisa mulai membacakan buku untuk anak-anak Anda sejak usia dini. Ini akan memberi mereka keuntungan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa.
Anak-anak yang mulai membaca sejak usia sangat muda lebih cenderung mengembangkan minat membaca seumur hidup, berprestasi di sekolah, dan sukses dalam kehidupan dewasa.
3. Ajarkan anak-anak Anda untuk menjadi pemecah masalah :
Tidak apa-apa memberikan dukungan dan solusi kepada anak Anda saat ia membutuhkannya, tetapi pahami bahwa Anda tidak perlu membuatnya bergantung pada Anda; sebaliknya, doronglah mereka untuk melakukannya secara mandiri.
Biarkan mereka mencari solusi sendiri untuk mengatasi dan mencapai tujuan tersebut. Tindakan ini akan merangsang otak mereka dan mengajarkan mereka bahwa mereka mampu mengatasi berbagai rintangan.
4. Praktikkan rasa syukur :
Ajari anak-anak Anda untuk bersyukur , dan biarkan mereka percaya bahwa mereka telah melakukan yang terbaik dalam segala hal. Dengan mempelajari konsep ini, bahkan di tengah kegagalan dan kekecewaan, mereka akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan positif.
Teruslah memotivasi anak Anda bahwa ia mampu terus maju ketika menghadapi kesulitan dalam hidup. Untuk membesarkan anak yang cerdas; hargai usaha yang telah ia lakukan daripada hanya melihat hasil akhirnya.
5. Dorong anak untuk berolahraga dan minta anak Anda melakukan pekerjaan rumah tangga :
Olahraga membuat anak Anda lebih kuat dan sehat. Olahraga juga memiliki berbagai manfaat mental, seperti membangun sel-sel otak dan meningkatkan aliran darah ke otak.
Anda tidak perlu mendaftarkan mereka ke program olahraga mewah, tetapi Anda bisa meminta mereka membantu Anda dengan pekerjaan rumah tangga sehari-hari yang juga merupakan olahraga bagi mereka.
Ini tidak akan membantu mereka tetap aktif, tetapi anak Anda akan belajar pentingnya memikul tanggung jawab, belajar kerja tim, dan keterampilan manajemen waktu .
6. Mendorong rasa ingin tahu dan eksplorasi :
Balita memiliki pikiran yang penuh rasa ingin tahu. Pada akhirnya, rasa ingin tahu mereka akan berkurang seiring bertambahnya usia, kecuali jika didorong dan dilatih.
Mulailah dengan mengajak mereka berdiskusi tentang topik yang menarik bagi mereka secara pribadi, bahkan jika itu melibatkan bintang YouTube favorit mereka atau koleksi action figure. Ajukan pertanyaan untuk memulai percakapan, dan bagikan minat Anda sendiri, jelaskan mengapa hal itu menarik bagi Anda.
Anda juga dapat merencanakan perjalanan ke museum, acara olahraga, atau menonton film yang akan membantu Anda, menemukan kesamaan minat, dan menginspirasi diskusi baru.
7. Ajarkan keterampilan sosial :
Ajari anak-anak Anda untuk bersahabat dengan orang lain. Mengajari anak Anda untuk bersosialisasi dapat membantunya belajar bagaimana menyelesaikan masalah dengan teman, mendengarkan tanpa menyela, dan membantu orang lain, yang merupakan cara yang bagus untuk memulai.
8. Jangan terlalu protektif :
Di era pola asuh helikopter saat ini , orang tua justru membuat anak-anak mereka menjadi kurang mampu dengan menawarkan bantuan sejak dini.
Anak Anda berhak memiliki pola pikir, pilihan, dan pendapatnya sendiri, biarkan dia berpikir bebas dan mendiskusikan pilihannya dengan Anda.
Memberi makan dengan sendok akan membuat anak Anda bergantung pada setiap hal, bahkan ketika mereka dewasa.
9. Batasi waktu anak Anda di depan layar :
Anak Anda sebaiknya tidak menonton TV sebelum usia 2 tahun. Membiarkan anak Anda menonton televisi terlalu banyak akan menjauhkannya dari kegiatan yang lebih penting. Ini termasuk bermain, bersosialisasi, dan membaca buku.
Anak-anak juga menghabiskan banyak waktu di perangkat layar lain seperti ponsel pintar dan tablet.
Penggunaan perangkat-perangkat ini secara berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan dan emosional. Cobalah untuk membatasi penggunaan perangkat-perangkat tersebut.