Di era di mana layar mendominasi sebagian besar kehidupan anak-anak dengan konten yang bergerak cepat, membantu anak-anak untuk memiliki kebiasaan membaca yang teratur dapat terasa seperti tantangan bagi sebagian besar orang tua. Namun, membaca adalah salah satu alat yang paling ampuh untuk perkembangan kognitif, emosional, dan bahasa anak. Ini bukan tentang memaksa membaca, tetapi mengintegrasikannya ke dalam kehidupan anak secara halus sedemikian rupa sehingga terasa menarik, dapat diprediksi, dan bermanfaat. Berikut ini adalah panduan langkah demi langkah untuk membangun rutinitas membaca yang benar-benar akan dipatuhi anak-anak.
Mulailah dari hal kecil dan jangan sampai menimbulkan tekanan.
Salah satu kesalahan besar yang dapat dilakukan orang tua adalah menetapkan tujuan membaca yang terlalu ambisius terlalu dini. Alih-alih menetapkan target 30 menit sehari bersama anak Anda, mulailah dengan hanya 5 hingga 10 menit. Durasi yang singkat mengurangi penolakan dan persepsi bahwa membaca dapat dicapai, bukan sesuatu yang terlalu berat. Dengan cara ini, yang penting adalah frekuensi, bukan kuantitas. Jika anak-anak merasa tidak ada harapan untuk berprestasi atau menyelesaikan bagian-bagian tertentu, mereka menjadi lebih rileks dan lebih menikmati waktu tersebut. Di kemudian hari, momen-momen kecil membaca ini secara alami akan berlangsung sedikit lebih lama.
Tetapkan waktu membaca harian yang spesifik.
Anak-anak menyukai rutinitas, dan membaca pun tidak terkecuali. Memilih waktu harian yang konsisten, seperti sebelum tidur, setelah sekolah, atau tepat setelah makan malam, memungkinkan membaca terintegrasi ke dalam hari secara alami, bukan sebagai tugas tambahan. Pada akhirnya, dengan konsistensi, membaca menjadi norma yang diharapkan, sesuatu yang dinantikan anak. Jadwal yang telah ditentukan mengurangi perdebatan harian dan pengingat rutinitas harian bagi orang tua dan anak-anak.
Biarkan anak-anak memilih apa yang ingin mereka baca.
Kebiasaan membaca akan lebih efektif jika anak-anak merasa memiliki kendali. Anak-anak akan merasa memiliki dan antusias karena mereka dapat memilih buku mereka sendiri—baik itu komik, buku bergambar, cerita pendek, atau bahkan buku non-fiksi tentang topik favorit mereka. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kecintaan membaca, bukan memaksakan bacaan “serius” terlalu dini. Dengan cara ini, anak-anak akan membaca tentang topik yang benar-benar menarik minat mereka, sehingga mereka mengaitkan membaca dengan kesenangan, bukan dengan kewajiban.
Ciptakan lingkungan membaca yang nyaman.
Kemauan anak untuk membaca mungkin sangat dipengaruhi oleh tempat mereka membaca. Sudut yang tenang, dengan pencahayaan yang baik, tempat duduk yang nyaman, dan sedikit gangguan, menunjukkan bahwa waktu membaca adalah sesuatu yang istimewa. Tidak perlu mewah—bantal, rak buku kecil, atau selimut favorit dapat memberikan keajaiban. Ketika anak-anak menghubungkan membaca dengan kenyamanan dan ketenangan, mereka cenderung akan kembali membaca dengan sukarela, terutama di saat stres atau stimulasi berlebihan.
Jadilah teladan dalam membaca.
Anak-anak sering kali belajar lebih banyak dari contoh daripada dari apa yang telah diceritakan kepada mereka. Ketika orang tua membaca secara teratur—buku, koran, atau bahkan buku elektronik—itu mengirimkan pesan yang kuat bahwa membaca itu penting dan menyenangkan. Membaca bersama, bahkan dalam diam di samping satu sama lain, memperkuat efek ini. Berbagi apa yang Anda baca atau mendiskusikan cerita secara informal juga dapat menumbuhkan minat. Selama anak-anak melihat membaca sebagai hal sehari-hari bagi orang dewasa juga, mereka akan jauh lebih mungkin untuk memasukkannya ke dalam kebiasaan rutin mereka.