Satu-satunya hal yang diinginkan sebagian besar orang tua atau pengasuh adalah agar anak mereka sebahagia mungkin. Anda terus memikirkan hal ini di mana pun Anda berada dan apa pun yang Anda lakukan, serta merencanakan hal-hal yang akan membuat anak-anak bahagia, berapa pun lamanya efek kebahagiaan itu akan bertahan pada mereka. Namun, akan tiba saatnya mereka mulai merajuk dan mengeluh tentang hal-hal kecil meskipun semua upaya Anda, yang menyebabkan frustrasi dan kemarahan. Meskipun kita menggunakan istilah “anak-anak” di sini, hal ini tidak hanya terlihat pada anak-anak yang lebih muda karena remaja juga sering melakukannya! Jika anak-anak Anda berada pada fase merajuk dan frustrasi ini, bacalah terus untuk mempelajari lebih lanjut tentang kiat-kiat terbaik untuk menghadapi anak yang merajuk dan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki keadaan!
Apa yang dimaksud dengan perilaku merajuk pada anak?
Merajuk, atau yang biasa disebut cemberut, adalah luapan amarah diam-diam yang dialami banyak anak. Anak-anak yang merajuk seringkali murung dan mengekspresikan emosi mereka melalui merajuk, merengek , atau cemberut. Semua ini dilakukan untuk menunjukkan respons negatif terhadap lingkungan sekitar mereka, dan mereka melakukannya untuk menunjukkan bahwa mereka marah, tidak menyenangkan, frustrasi, atau lebih. Pada beberapa anak, ini bahkan bisa menjadi gejala gangguan kepribadian dan suasana hati yang signifikan.
Perilaku merajuk sangat umum terjadi pada anak kecil dan remaja, dan sangat penting bagi orang tua atau pengasuh untuk tidak menuruti perilaku semacam ini. Mencoba berargumentasi atau menyalahkan anak hanya akan memperburuk situasi, yang mungkin malah membuat mereka melakukannya lebih sering.
Mengapa Anak-Anak Merajuk?
Anak-anak suka menggunakan cara-cara licik seperti memohon, berteriak, merengek, dan menjerit untuk membuat orang tua mereka gila. Bahkan ketika hal kecil tidak berjalan sesuai keinginan mereka, mereka mungkin akan tersinggung, tidak peduli berapa banyak upaya Anda untuk membuat mereka bahagia . Jika Anda bertanya pada diri sendiri, “Mengapa anak saya selalu murung?” maka berikut beberapa alasan yang mungkin Anda lewatkan:
1. Mereka Belum Mampu Mengungkapkan Perasaan Mereka Melalui Kata-kata
Anak-anak kecil tidak mampu mengungkapkan ketidakpuasan atau frustrasi mereka melalui kosakata dan kata-kata. Jadi, beberapa cara yang mereka ketahui untuk mengungkapkannya adalah melalui berbagai metode merajuk yang biasa mereka lakukan.
2. Mereka Kurang Kecerdasan Emosional
Sebagian besar anak tidak dapat mengekspresikan perasaan negatif mereka dengan cara yang normal dan sehat karena mereka kurang memiliki kecerdasan emosional . Hal ini tidak hanya terlihat pada anak-anak—remaja juga dapat kekurangan kecerdasan emosional, yang menyebabkan mereka merajuk alih-alih berkomunikasi. Anda bahkan mungkin mendapati mereka merajuk tanpa alasan karena mereka tidak dapat mengenali perasaan negatif mereka.
3. Mereka Takut Berkomunikasi
Meskipun mereka tahu cara mengungkapkan perasaan negatif mereka melalui kosakata, beberapa anak tidak akan mengungkapkannya karena takut akan konsekuensi yang mungkin mereka hadapi dari pengasuh atau orang tua mereka yang ketat. Jadi, satu-satunya cara yang mereka rasa dapat mengekspresikan emosi negatif mereka adalah dengan merajuk karena terasa lebih aman daripada berkomunikasi secara sehat.
4. Mereka Sedang Berusaha Memanipulasi Anda
Jika Anda adalah tipe pengasuh atau orang tua yang menuruti ekspresi sedih anak-anak dan membiarkan mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan, tanpa disadari Anda telah memberi mereka alat yang ampuh. Mereka menggunakan alat ini untuk memanipulasi Anda setiap kali mereka menginginkan sesuatu berjalan sesuai keinginan mereka.
5. Mereka Membutuhkan Perhatian
Bagi kebanyakan anak, perhatian apa pun yang mereka dapatkan adalah perhatian yang baik. Oleh karena itu, meskipun mereka dapat menarik perhatian orang tua mereka dengan membuat mereka marah melalui sikap merajuk, itu tetap perhatian yang baik selama orang tua bereaksi dan meluangkan waktu untuk memperhatikan anak tersebut.
Bagaimana Cara Menangani Anak yang Merajuk?
Ada banyak cara untuk mengatasi perilaku ini, beberapa di antaranya dapat membantu Anda memperbaiki keadaan bagi mereka. Beberapa tips untuk mengatasi anak yang merajuk adalah:
1. Tidak Ada Konsekuensi
Menanggapi bayi yang merajuk dengan menuduh dan menyalahkannya atau mencoba berunding dengannya tidak selalu berhasil karena hal ini dapat menyebabkan lebih banyak tantrum di masa depan. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan membiarkan mereka merajuk. Ketika mereka merajuk, mereka tidak akan menuruti keinginan mereka untuk mendapatkan perhatian . Tidak peduli berapa lama, mengabaikan mereka dan membiarkan mereka bertindak sesuka hati akan memaksa mereka untuk mengurangi kebiasaan ini karena mereka tahu Anda tidak akan menanggapi perilaku tersebut.
2. Aturan Larangan Merajuk
Mengajari anak untuk tidak merajuk membutuhkan banyak waktu, tetapi membuat aturan untuk tidak merajuk di ruang pribadi Anda akan menghilangkan kemampuan mereka untuk menggunakan perilaku tersebut terhadap Anda. Ini adalah cara yang bagus untuk menghentikan mereka menunjukkan perilaku ini karena, sebagai hasilnya, mereka akan belajar bahwa merajuk bukanlah hal yang produktif ketika Anda tidak melihat mereka dan ketika mereka tidak dapat melihat Anda.
3. Membina Anak
Meluangkan waktu berkualitas untuk mengasuh dan mendukung pertumbuhan mereka dapat memberikan banyak manfaat. Perhatian orang tua yang baik dapat memberikan stabilitas dan perawatan bagi anak-anak Anda. Hal ini juga membantu mereka tetap bahagia dan terbuka tentang masalah mereka kepada Anda dengan cara yang sehat, sehingga mencegah mereka merajuk.
4. Isyarat Visual
Isyarat visual cenderung efektif pada anak-anak yang lebih muda dan mudah berubah suasana hati. Dalam metode ini, Anda harus memanggil namanya, menarik perhatiannya, meniru ekspresi cemberutnya, dan menggunakan jari Anda untuk mengubahnya menjadi senyuman. Ini mungkin akan memengaruhinya untuk melakukan hal yang sama, dan meskipun mungkin tidak selalu berhasil, Anda selalu bisa mencobanya.
5. Dorong Mereka untuk Menggunakan Buku Harian
Jika anak Anda kesulitan berkomunikasi melalui ucapan, mintalah mereka untuk menuliskannya di buku harian mereka. Menulis jurnal dapat membantu mereka mengatasi perasaan dan mengurangi perilaku merajuk pada anak.
6. Mendorong Penggunaan Cara Verbal untuk Mengekspresikan Perasaan
Ketika Anda melihat anak Anda mulai merajuk atau cemberut, cobalah mendorong mereka untuk mengungkapkan perasaan mereka melalui kata-kata. Ini dapat membantu mereka melampiaskan emosi negatif mereka dengan cara yang dapat Anda pahami dan menginspirasi mereka untuk melakukan ini lebih sering. Namun, pastikan Anda tidak menyerah pada sikap merajuk mereka meskipun mereka tidak mendengarkan . Intinya adalah mengajarkan mereka bahwa komunikasi verbal dapat lebih sehat dan lebih efektif.
7. Menyediakan Suasana yang Menyenangkan dan Aman
Rumah Anda seharusnya menjadi tempat pertama di mana anak-anak Anda merasa aman dan bebas untuk mengekspresikan perasaan mereka . Oleh karena itu, ciptakan dan pertahankan suasana yang aman di sekitar mereka, terutama ketika mereka bersikap merajuk. Berkomunikasilah secara sehat dengan bayi Anda yang sedang merajuk, hindari menyalahkan atau berargumen di rumah, dan pastikan anak Anda merasa nyaman di lingkungan tersebut untuk berbagi perasaan mereka.
8. Hindari Reaksi Berlebihan
Ketika anakmu mengganggumu dengan sering merajuk, cobalah untuk tenang dan jangan menunjukkan perilaku kasar terhadap mereka . Jika mereka melakukannya untuk menarik perhatianmu tanpa alasan khusus di rumah, abaikan mereka dan biarkan mereka belajar bahwa kamu tidak akan menuruti perubahan suasana hati mereka yang tidak masuk akal.
9. Periksa Apa yang Membuat Mereka Stres
Pastikan anak-anak Anda tidak stres karena hal-hal yang terjadi di sekitar mereka. Hindari ekspektasi tinggi yang terlalu berat untuk ditangani dan memaksa mereka untuk belajar atau bekerja lebih lama dari yang dibutuhkan. Dorong mereka untuk memiliki keseimbangan yang baik antara bermain dan belajar, dan hindari menunjukkan ketegangan dan frustrasi Anda kepada mereka karena hal ini dapat membuat mereka lebih cemas.
10. Pastikan Mereka Mendapatkan Nutrisi yang Cukup
Kekurangan nutrisi dapat menjadi alasan lain mengapa anak-anak sering mengalami perubahan suasana hati. Oleh karena itu, pastikan Anda menyediakan makanan bergizi yang cukup bagi anak-anak Anda untuk gaya hidup yang sehat dan aktif! Kesehatan fisik yang baik akan selalu menjamin kesehatan psikologis yang lebih baik juga.